Jumat, 22 Mei 2015

dia yang selalu buatku bahagia
saat hati ini sedih, kesal, marah
dia buatku kembali tersenyum

saat dia menggenggam tanganku
hati ini nyaman dan tentram
saat kudengar detak jantungnya dalam pelukku
kedamaian menyelimutiku

dia adalah mimpiku yang menjadi nyata
memilikinya bagai mimpi
dia menjaga, melindungi, dan menyayangiku
dia selalu memberi kebahagiaan bagiku
kupejamkan mata mencoba menyadarkan diri
mimpikah ini?
saat kubuka mata kutau ini bukan mimpi
karena dia berdiridi sampungku sambil tersenyum menggenggam tanganku
terima kasih Tuhan buat anugrrah terindah dalam hidupku..

Senin, 30 Maret 2015

Kini ia hadir menemani hari-hariku.
Membuat hidupku lebih berwarna.
Membuatku merasakan kebahagiaan yang selama ini kunanti.

Ia yang kini hadir untukku.
Menjagaku..
Menghiburku..
Mengingatkanku..
Menjadikan ku prioritasnya.
Tak kumengerti mengapa ia memilihku, namun kutahu mengapa aku memilihnya.
Karena ia membuatku menemukan sisi lain diriku yang terkubur dalam jiwaku.

Ia yang kini menemaniku..
Selalu membuatku nyaman berada di dktnya.
Mengukir indah masa depan kami.
Ingin kujalani hidup ini terus bersamanya.
Dimanjakan, disayang, diprioritaskan..
Terima kasih Tuhan telah menempatkannya di sisiku..
:)
Terima kasih Tuhan

Beribu terima kasih kusampaikan padaMu Bapa atas semua berkat dan kebaikanMu yang tak henti-hentinya Kau berikan padaku.
Ketika doa-doaku mulai terjawab kulihat betapa sangat muliaNya Kau.
Maaf jika selama ini kumeragukanMu ketika doa-doa itu belum terjawab.
Kini kutau, Kau menjawab semua doa-doaku tepat pada waktunya.
Kurasakan kebaikanMu dalam hidupku tak henti-hentinya.
Ketika kini kurasakan berlimpah-limpah berkatMu datang padaku kini.
Takkan berhenti lidahku mengucap syukur padaMu, Tuhanku.
Terima kasih Yesus
Terima kasih Tuhanku.
:)

Minggu, 15 Februari 2015

dia meluluhkan hatiku

Cinta dan penantiannya meluluhkanku..
Perhatiaan dan kesabarannya membuktikan ketulusannya.
Dia menerimakan tanpa syarat.
Dia menjadikanku bak seorang putri.
Disayang, dimanja dan diperhatikan.
Selalu menyenangkan hati, selalu mengikuti kemauanku..
Tak pernah marah meski telah membuatnya menunggu tanpa kepastian.
Dia selalu membuatkh tertawa.
Di dekatnya aku merasa nyaman.
Di dekatnya aku bisa menjadi diriku sendiri.
Karenanya aku menemukan sisi lain diriku yang tersembunyi karena keadaan.
Dia datang membawa cahaya untukku.
Menyinari hariku dengan perhatiannya.
Dia meluluhkan hatiku dengan cintanya yang tulus.

Rabu, 11 Februari 2015

Bak seorang putri menanti pangeran
Menunggu dan menunggu yang terbaik
Meratap dan berpikir akankah cinta datang?
Ketika beberapa pangeran menghampiri hati mulai gelisah
Sesekali berpaling dan menimbang
Inikah pangeran berkuda putihku?
Pangeran yang selalu ada dalam mimpiku?
Namun, hati tak kunjung bertepi.
Ketika tipuan dan godaan membuat hati bergetar, tetapku berpegang pada janjiNya.
Seolah Tuhan mempermainkan hati ini.
Tuhan memberi cinta dan cinta.
Namun tak jua memberi pangeran yang tepat, yang mencintaiku dengan apa adanya.
Saat pangeran itu datang hati tak kunjung mengerti.
Dia hadir menemaniku, menjagaku, memperhatikanku.
Ia mempperlakukanku layaknya seorang ratu bukan hanya putri.
Namun, hatiku tak mengenalnya.
Ketika ia pergi, hati ini menangis dan merindu.
Saat itu kusadar, dia pangeran yang tepat untukku.
Pangeran berkuda putihku..
Mimpi-mimpiku kini tak lagi sekedar mimpi.
Kini kisah itu menjadi nyata.
Bukan lagi mimpi.
Jika kita bersabar, Tuhan akan memberi tepat pada waktunya. ;)


Terima kasih buat dia yang selalu membuatku tersenyum..
Membuatku bahagia..
Membuatku tertawa.
Dia yang selalu ada untukku..
Dia yang selalu memperhatikan..
Bagai kembang yang selalu diperhatikan dan disirami tiap hari..
Bertumbuh, berkembang menghasilkan kembang terindah..
Memancarkan kecantikannya.
Terima kasih Tuhan..
Telah menempatkannya di sisiku.
I love him so much.. 

Kamis, 20 November 2014

merindu

Salahkah aku jika merindukannya?
Tuhaaaannn.. Aku sungguh merindukannya..
Tak terbendung lagi rasa ini. Bagai air yang meluap keluar dari wadah kaca, membasahi meja tempatnya diletakkan. Begitulah perasaanku padanya..
Mencoba bertahan, lari dan melupakan. Yang ada siksa dada semakin merajalela..
Pantaskah rasa rindu ini ada?
Setelah menyakitinya, melukainya dan menyiksanya?
Inikah balas atas perbuatanku.
Sebuah cercah bersalah muncul.
Apakah pantas cinta itu muncul setelah luka yg kubuat?
Tuhaaann..
Izinkan hati ini pulih lagi.
Aku tak tau harus mencari obat ke mana untuk luka ini. Bagai kanker ganas yang tak dapat disembuhkan. Begitulah rindu ini menyerangku.
Racunnya sudah menyebar dari hati ke pikiranku lalu seluruh tubuhku kaku tak berdaya merindukannya.
Sanggupkah bertahan?
Akankah Kau tunjukkan mukjizatmu?
Akankah penantian ini berakhir seperti dulu?
Mengapa cinta itu menyakitkan? Mengapa?????