masih bingung mau nulis apa di blog ini... untuk sementara aku nulis tugas-tugas aku dulu z ya.. nti klo udh punya ide aku tulis di sini,, :)
Rabu, 03 Februari 2016
Selama hidup aku tak pernah dipedulikan, selama tak dianggap.
Mengapa aku selalu ditelantarkan.
Tak pernah diperhatikan.
Sejak kecil hanya mereka yang selalu diprioritaskan, selalu diberi yang terbaik.
Sedangkan aku, hanya dianggap angin lalu dibiarkan begitu saja.
Apa salahku Tuhan?
Mengapa aku harus menangung semua kesedihan selama hidupku.
Mereka hanya datang padaku ketika mereka susah, namun ketika ketika mereka bahagia tak ada yang mengingatku.
Selalu menuntut tak pernah memberi.
Ya Tuhan, mampukan aku bertahan dalam keluarga ini.
Pilu yg kurasa sejak dulu hampir meluap dan meledak.
Berikan aku kesabaranMu, Bapa agar aku mampu melewati ini semua.
Sabtu, 05 Desember 2015
Tuhaaaannn..
Jalan berliku telah kulalui.
Air mata selalu menetes di pipi ini.
Berjuta kesedihan telah kuhadapi.
Kesendirian selalu melingkupiku.
Ada apa dengan Tuhan?
Akankah hidupku hanya seputar kesedihan?
Akankah hidupku hanya dilingkupi tangis.
Bosanku dengan semua penat ini Bapa.
Semua bahagiaku semu.
Kupikir bahagia akan datang dalam hidupku.
Semua khayalku tentang bahagia itu semua semu.
Awan hitam itu selaly mengikutiku.
Ke mana harus kucari matahari kebahagiaanku Tuhan.
Biarlah sakit dalam tubuh ini membawaku kepadaMu.
Khan kubiarkan sakit ini menderaku, agar cepat aku bertemu denganMu.
Karena kubosan dengan hidupku yg semu ini.
Mama.. Aku merindumu. Bawalah aku dalam pangkuanmu Tuhan, agar tak ada lagi air mata yang menetes di pipi ini.
Senin, 30 November 2015
Tak dapat kupejamkan mata ini Tuhan.
Sesak dalam dada menghantuiku, hingga tidur pun aku tak sanggup.
Pada sapa kuharus mengadu Bapa, pada sapa kutuangankan pedih ini Tuhan.
Bersandar pada manusia,kecewa yang kudapatkan.
Berjuta doa kupanjatkan padaMu Bapa, namun bahagia itu tak kunjung kudapat.
Bosan aku dengan air mata Tuhan.
Tak pernah ada yang mengerti aku.
Jika boleh aku memohon, bawa aku menghilang dari dunia ini Tuhan.
Terlalu letih aku menghadapi kesendirianku di dunia ini.
Hanya air mata yang selalu kudapatkan dari orang-orang yg kusayangi.
Tak ada yang mengerti aku. Semua menuntutku untuk mengerti mereka.
Tapi yang kudapat hanya luka.
Tuhan.. Pada sapa kutuangkan kesedihanku ini.
Ingin rasanya kupejamkan mata ini selamanya untuk menghapus lukaku.
Serba salah..
Selalu aku yg disalahkan.
Selalu aku yg menjaga perasaan semua org.
Knp aku memiliki hati yg sangat lemah Tuhan?
Aku selalu mementingkan perasaan org lain.
Aku jaga agar dia baik di mata org tua, tp dia tak mengerti.
Aku selalu menjaga perasaannya, memberikan yg terbaik, merelakan kebebasanku, memulai kembali kehidupan di kota yang sangat tak kusukai.
Karenanya kurasakan lg derita yang selama ini kuhindari.
Karenanya air mata yg dulu selalu mengalir kembali mengalir.
Deminya, kutinggalkan semua kesenangan dan kebebasanku.
Deminya aku bertahan di tengah derita ini.
Namun apa yg aku dapat Tuhan?
Perasaannya yg kujaga, namun dia tak menjaga perasaanku.
Hancur rasanya hati ini.
Semua janji-janji yang diucapkannya sirna bersama angin.
Kata-kata yang tajam menggores hati ini.
Mampukah aku bertahan lagi Tuhan. Di tengah pedihku, kuberharap dia menopangku.
Tapi yang terjadi, dia menambah luka di hati ini.
Inikah jalanku Tuhan?
Jumat, 30 Oktober 2015
Bosan dengan semua ini..
Bosanku dengan penat..
Kucoba bertahan namun sesak yang kurasa.
Bagaikan burung dalam sangkar yang tak mampu mengepakkan sayapnya.
Hanya terdiam membisu menatap dunia dalam sangkar.
Bagaikan ikan dalam akuarium hanya berputar pada air yang ada.
Tak mampu melawan arus dan merasakan derasnya ombak menerpa.
Hidupku kini tak seindah dulu.
Senyum dan tawa tak mampu kulepaskan seperti dulu.
Tak ada gairah saat pagi terbit.
Tak ada rindu saat malam menjelang.
Mampukah aku seperti ini terus?
Berdiam tak mampu mengekspresikan diriku.
Menjadi pribadi lain yang mengubur diriku sendiri.
Oh Tuhan..
Mampukah aku bertahan melewati ini semua.
Bosanku dengan semua penat ini.
Tak ada teman yang menemaniku.
Tak mampuku buang penat ini bersama mereka yang kusayang.
Mampukah aku?
Atau haruskah aku berlari dari semua ini?
Sabtu, 24 Oktober 2015
Tuhaaannn..
Air mata ini kembali mengalir.
Sedih tak berujung itu kembali mendera.
Telah lama kuhilangkan rasa itu, namun kini kembali lg.
Dulu kucoba menjauh agar tak ada derit lg dlm hdpku.
Namun kini, drmi sebuah keputusan kembali kuhadapi derita ini.
Mampukan aku menghadapi ini semua Tuhan.
Ini keputusan dan pilihanku, khan kuhadapi meski perih ini sungguh menyiksaku.
Ingin bebas ku dari semua penat ini Tuhan.
Ingin terlepas ku dari semua pilu ini Tuhan.
Mampukah aku melewati ini semua Tuhan.
Hanya padaMu kuberseru
Minggu, 09 Agustus 2015
Hanya padamu kumengadu Bapa..
Hanya padaMu saja..
DenganMu aku mampu menceritakan segalanya.
PadaMu kuluapkan semua kesedihanku..
Berharap pada manusia membuatku kecewa, sedih, dan kesal.
Hanya padaMu kumampu meluapkan semuanya.
Meski ku tak mampu memlukmu, kumampu panjatkan doaku.
Sejak kecil selalu dirimu yg setia menampung semua uneg2ku..
Hanya padamu kelepaskan semua persoalanku Bapa.
Semua tangis, semua jeritan hati ini..
Hanya padaMu saja BAPA..
mampukan aku hadapi ini semua Tuhan.
Beri aku kesabaran ekstra.
Beri aku kekuatan ekstra.
Ini pilihanku dan aku akan bertanggung jawab atas pilihanku.
Aku jg tau, Kau takkan meninggalkanku.
Hanya padaMu saja..
DenganMu aku mampu menceritakan segalanya.
PadaMu kuluapkan semua kesedihanku..
Berharap pada manusia membuatku kecewa, sedih, dan kesal.
Hanya padaMu kumampu meluapkan semuanya.
Meski ku tak mampu memlukmu, kumampu panjatkan doaku.
Sejak kecil selalu dirimu yg setia menampung semua uneg2ku..
Hanya padamu kelepaskan semua persoalanku Bapa.
Semua tangis, semua jeritan hati ini..
Hanya padaMu saja BAPA..
mampukan aku hadapi ini semua Tuhan.
Beri aku kesabaran ekstra.
Beri aku kekuatan ekstra.
Ini pilihanku dan aku akan bertanggung jawab atas pilihanku.
Aku jg tau, Kau takkan meninggalkanku.
Langganan:
Postingan (Atom)